Mungkin ga ada salahnya kalau mulai dari sekarang aku berfikir realistis. Beberapa dari kalian sudah tau bagaimana reputasi, kemampuan, atau mungkin potensiku selama ini. Kelihatan aneh ga kalau seorang "Candra Adi Buana" menjadi Pegawai Bank? Hmm menjadi Auditor? Atau mungkin menjadi Sales Marketing di perusahaan perkreditan motor ? Jujur aja, aku sama sekali ga (maybe belum) tertarik bekerja seperti itu. Ironisnya beberapa orang berharap aku menjadi "selayaknya" para Sarjana Ekonomi yang bekerja di perusahaan yang sesuai dengan ijazah SE mereka.
Siapa yang salah? Orang tua yang sedikit "memaksa" agar kelak aku menjadi Ekonom? Atau aku yang dulu dengan polosnya meng"iya"kan saran mereka untuk memperdalam ilmu ekonomi? Whatever, toh percuma juga kan menyesali semua ini? Sangat terlambat kalau aku merengek-rengek untuk pindah kampus dan pindah jurusan dari Ekonomi ke Broadcast atau ke Sastra Indonesia.
Heran deh, kenapa orang-orang dengan pemikiran "kuno" menganggap para Seniman tidak bisa membahagiakan istri, anak, dan orang-orang disekitarnya melalui pekerjaannya? Apa Andrea Hirata, Hilman Hariwijaya, Hanung Bramantyo, dan Riri Reza memiliki kehidupan yang lebih "mengenaskan" dibanding para Auditor dan Pegawai Bank? Ga juga kan? Apa uang tuh satu-satunya alasan untuk mendapat kebahagiaan? Bukannya lebih nyaman kalo kita menjalani satu bidang yang kita gemari dan cuma bersikap "cukup tau" pada bidang lain?
Kebahagiaan, kesuksesan, dan kepuasan itu ga diukur dari seberapa karung euro yang kita punya, atau seberapa banyak perhiasan dan mobil mewah yang ada di rumah kita, melainkan dari sejauh mana tujuan hidup yang telah kita capai. Jadi tolong jangan salahkan aku kalo seandainya besok aku menjadi Sarjana Ekonomi yang gagal. Dan ga usah mencibirku bila aku mencoba untuk memulai karirku menjadi seorang Seniman, karena mengurusi kritikan bodoh kalian itu cuma membuang waktuku.
Oke, selamat datang di duniaku. Rasakan, pahami, dan resapi. Maka perlahan kalian akan mengerti.
Selasa, 23 Agustus 2011
Cinta Indonesia. Kamu Yakin?
Sumpah jengkel banget pagi ini, bukan karena proposal skripsi yang ditolak bu dosen tadi malem, bukan juga karena layar laptopku yang semakin hari semakin parah kondisinya. Tapi karena home dan timeline yang dibanjiri beberapa status dan tweet yang membahas tentang hari kemerdekaan. Saking semangatnya mereka, bahkan ada yang sampai lupa kalu tahun ini adalah ulang tahun ke 66, bukan 65 (apa mungkin itu tweet buat tahun 2010 ya?). Memang ga ada salahnya kita update status atau nge-tweet tentang ulang tahun tahun negara kita. Ga ada salahnya juga kita mendoakan supaya negara ini bebas dari koruptor, bebas kemiskinan, selalu MERDEKA dan bebas dari semua masalah. Tapi apa doa aja itu udah cukup? Apa "pantas" kita berharap bla..bla..bla.. kepada negera ini kalau kita cuma berdoa waktu tanggal 17 Agustus? Apa pantas kita kita berharap ini-itu kepada negara ini kalau kita cuma sibuk dengan keinginan dan kepentingan kita sendiri?Apa layak kalian bilang "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih tertarik dengan budaya Jepang dan Korea daripada budaya Indonesia? Apa layak kalian update status dan ngetweet yang berisi "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih bangga update status pakai bahasa asing walaupun itu hasil copy paste dari google terjemahan daripada pakai bahasa Indonesia atau bahasa daerah kalian sendiri?
Menurutku yang dibutuhkan negara ini untuk sebuah perubahan adalah orang-orang yang bersedia secara totalitas untuk melakukan perubahan itu, seseorang yang benar-benar mencintai Indonesia, bukan seseorang yang sekedar gembar-gembor mencintai Indonesia tanpa ada tindakan jelas. Lagian cinta juga ga harus diungkapkan dengan kata-kata kan?
Percuma kita bilang cinta Indonesia kalau disuruh upacara kemerdekaan aja males. Kita masih beribu-ribu lebih enak daripada 300-an tahun lalu. Kalau sekarang bangun tidur udah ada sarapan, sekolah, maen, pulang, tidur. Hidup serasa ga ada tekanan kan? Bahkan beberapa masalah yang kalian alami sebagian besar cuma masalah sepele yang kalian besar-besarkan, kalian terlalu memikirkan apa yang ga harus kalian pikirkan, hasilnya apa? Stress! Bandingkan aja dengan kondisi penjajahan, bangun tidur udah disuruh kerja buat jalan, buat benteng pertahanan dan itu dibawah tekanan. Ya, nyawa menjadi resiko apabila kerja mereka ga beres. Tragis. Trus masalahnya sekarang, apa susahnya sih kita "sedikit saja" menghargai jasa para pahlawan saat hari kemedekaan gini? Apa susahnya kita berdiri ga ada 2 jam, hormat ga ada 10 menit, dan ndengerin ceramah kepala sekolah yang durasinya ga ada setengah jam? Apa pantas seorang yang "berpendidikan" maen HP, update status, nge-tweet, jahil-in temen waktu upacara kemerdekaan berlangsung? Apa Itu yang dinamakan cinta Indonesia?
Simple-nya perayaan 17 Agustus bukan sekedar kita ngikutin upacara bendera, bukan sekedar kita ngikutin lomba-lomba 17-an tingkat RT. Tapi perayaan 17 Agustus adalah sebuah momentum awal untuk merubah keterpurukan menjadi kejayaan. Memang beberapa sistem di negara ini banyak yang ga beres. Dan tugas kita bukan cuma mengkritik kebijakan dan kebiasaan pemerintah atau menyalahkan sistem ini tanpa kita bisa berbuat apa-apa, karena sikap seperti itu jelas ga akan merubah keadaan. Ingat, masa depan negara ini ada di tangan kita semua, dan ada baiknya kalau mulai dari sekarang kita meneruskan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik.
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66. MERDEKA !!
Menurutku yang dibutuhkan negara ini untuk sebuah perubahan adalah orang-orang yang bersedia secara totalitas untuk melakukan perubahan itu, seseorang yang benar-benar mencintai Indonesia, bukan seseorang yang sekedar gembar-gembor mencintai Indonesia tanpa ada tindakan jelas. Lagian cinta juga ga harus diungkapkan dengan kata-kata kan?
Percuma kita bilang cinta Indonesia kalau disuruh upacara kemerdekaan aja males. Kita masih beribu-ribu lebih enak daripada 300-an tahun lalu. Kalau sekarang bangun tidur udah ada sarapan, sekolah, maen, pulang, tidur. Hidup serasa ga ada tekanan kan? Bahkan beberapa masalah yang kalian alami sebagian besar cuma masalah sepele yang kalian besar-besarkan, kalian terlalu memikirkan apa yang ga harus kalian pikirkan, hasilnya apa? Stress! Bandingkan aja dengan kondisi penjajahan, bangun tidur udah disuruh kerja buat jalan, buat benteng pertahanan dan itu dibawah tekanan. Ya, nyawa menjadi resiko apabila kerja mereka ga beres. Tragis. Trus masalahnya sekarang, apa susahnya sih kita "sedikit saja" menghargai jasa para pahlawan saat hari kemedekaan gini? Apa susahnya kita berdiri ga ada 2 jam, hormat ga ada 10 menit, dan ndengerin ceramah kepala sekolah yang durasinya ga ada setengah jam? Apa pantas seorang yang "berpendidikan" maen HP, update status, nge-tweet, jahil-in temen waktu upacara kemerdekaan berlangsung? Apa Itu yang dinamakan cinta Indonesia?
Simple-nya perayaan 17 Agustus bukan sekedar kita ngikutin upacara bendera, bukan sekedar kita ngikutin lomba-lomba 17-an tingkat RT. Tapi perayaan 17 Agustus adalah sebuah momentum awal untuk merubah keterpurukan menjadi kejayaan. Memang beberapa sistem di negara ini banyak yang ga beres. Dan tugas kita bukan cuma mengkritik kebijakan dan kebiasaan pemerintah atau menyalahkan sistem ini tanpa kita bisa berbuat apa-apa, karena sikap seperti itu jelas ga akan merubah keadaan. Ingat, masa depan negara ini ada di tangan kita semua, dan ada baiknya kalau mulai dari sekarang kita meneruskan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik.
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66. MERDEKA !!
1, 2, 3, Let's Move!
Mungkin ga ada salahnya kalo saya sering mengeluh akhir akhir ini, atau mungkin wajar saja jika saya terlalu banyak untuk memilih menyendiri di kamar daripada berada di keramaian. Saya pikir ini bukan hal yang aneh lagi jika saya sering berduaan dengan handphone, laptop, atau motor daripada bersosialisasi atau sekedar minum kopi di warung kecil pinggiran jalan dengan kalian. Entah apa dan mulai kapan saya menjadi seperti ini. Semua tawa, canda dan senyum yang saya berikan selama ini hanya untuk menutupi semua masalah yang saya ingin pendam sendiri. Kadang saya sering share dengan beberapa teman dekat saya, mereka cuma bilang inilah hidup. Yah inilah hidup. Ga adil.
Di satu sisi saya mencoba untuk berkarya dengan membuat suatu karya seni atau apalah yang bisa menghibur diri sendiri terlebih buat orang lain, karena saya ingin menjadi lebih berarti untuk kalian semua. Tapi (i think) saya gagal ! apakah ini masalah totalitas? atau hanya masalah mental dan skill? Sampai sekarang saya sedang mencari jawabannya.
Jujur, terkadang saya iri dengan kalian yang sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan. Saya tau untuk mendapatkan hal itu butuh kerja keras, mental pantang menyerah dan proses, dan ditahap itulah saya menyerah ! Why? Karena saya terlalu enggan untuk memulai sesuatu kembali dari nol, seakan perjuangan yang dulu sia sia, atau seakan waktu yang saya gunakan dahulu terbuang percuma. Apa pemikiran saya salah?ha?
Sekilas memang terlihat, kadang saya memberi beberapa masukan untuk kalian, memberi beberapa kalimat motivasi untuk kalian, tapi anehnya saya tidak bisa memotivasi diri saya sendiri. Sudah beberapa buku atau artikel motivasi yang sudah saya baca, dan sudah beberapa para motivator yang saya temui, tapi hasilnya tetap sam saja. NOL BESAR !
Bahkan sampai detik ini saya ga tau apa yang harus saya lakukan untuk melakukan sebuah perubahan. Apa saya terlalu banyak diam?atau ini hanya masalah waktu? i dont care.
Jujur, saya ga tau harus mulai dari mana ini semua, yeah,, saya down dan mungkin kalian sudah tau akan hal itu.
Di satu sisi saya mencoba untuk berkarya dengan membuat suatu karya seni atau apalah yang bisa menghibur diri sendiri terlebih buat orang lain, karena saya ingin menjadi lebih berarti untuk kalian semua. Tapi (i think) saya gagal ! apakah ini masalah totalitas? atau hanya masalah mental dan skill? Sampai sekarang saya sedang mencari jawabannya.
Jujur, terkadang saya iri dengan kalian yang sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan. Saya tau untuk mendapatkan hal itu butuh kerja keras, mental pantang menyerah dan proses, dan ditahap itulah saya menyerah ! Why? Karena saya terlalu enggan untuk memulai sesuatu kembali dari nol, seakan perjuangan yang dulu sia sia, atau seakan waktu yang saya gunakan dahulu terbuang percuma. Apa pemikiran saya salah?ha?
Sekilas memang terlihat, kadang saya memberi beberapa masukan untuk kalian, memberi beberapa kalimat motivasi untuk kalian, tapi anehnya saya tidak bisa memotivasi diri saya sendiri. Sudah beberapa buku atau artikel motivasi yang sudah saya baca, dan sudah beberapa para motivator yang saya temui, tapi hasilnya tetap sam saja. NOL BESAR !
Bahkan sampai detik ini saya ga tau apa yang harus saya lakukan untuk melakukan sebuah perubahan. Apa saya terlalu banyak diam?atau ini hanya masalah waktu? i dont care.
Jujur, saya ga tau harus mulai dari mana ini semua, yeah,, saya down dan mungkin kalian sudah tau akan hal itu.
Langganan:
Postingan (Atom)