Mungkin ga ada salahnya kalau mulai dari sekarang aku berfikir realistis. Beberapa dari kalian sudah tau bagaimana reputasi, kemampuan, atau mungkin potensiku selama ini. Kelihatan aneh ga kalau seorang "Candra Adi Buana" menjadi Pegawai Bank? Hmm menjadi Auditor? Atau mungkin menjadi Sales Marketing di perusahaan perkreditan motor ? Jujur aja, aku sama sekali ga (maybe belum) tertarik bekerja seperti itu. Ironisnya beberapa orang berharap aku menjadi "selayaknya" para Sarjana Ekonomi yang bekerja di perusahaan yang sesuai dengan ijazah SE mereka.
Siapa yang salah? Orang tua yang sedikit "memaksa" agar kelak aku menjadi Ekonom? Atau aku yang dulu dengan polosnya meng"iya"kan saran mereka untuk memperdalam ilmu ekonomi? Whatever, toh percuma juga kan menyesali semua ini? Sangat terlambat kalau aku merengek-rengek untuk pindah kampus dan pindah jurusan dari Ekonomi ke Broadcast atau ke Sastra Indonesia.
Heran deh, kenapa orang-orang dengan pemikiran "kuno" menganggap para Seniman tidak bisa membahagiakan istri, anak, dan orang-orang disekitarnya melalui pekerjaannya? Apa Andrea Hirata, Hilman Hariwijaya, Hanung Bramantyo, dan Riri Reza memiliki kehidupan yang lebih "mengenaskan" dibanding para Auditor dan Pegawai Bank? Ga juga kan? Apa uang tuh satu-satunya alasan untuk mendapat kebahagiaan? Bukannya lebih nyaman kalo kita menjalani satu bidang yang kita gemari dan cuma bersikap "cukup tau" pada bidang lain?
Kebahagiaan, kesuksesan, dan kepuasan itu ga diukur dari seberapa karung euro yang kita punya, atau seberapa banyak perhiasan dan mobil mewah yang ada di rumah kita, melainkan dari sejauh mana tujuan hidup yang telah kita capai. Jadi tolong jangan salahkan aku kalo seandainya besok aku menjadi Sarjana Ekonomi yang gagal. Dan ga usah mencibirku bila aku mencoba untuk memulai karirku menjadi seorang Seniman, karena mengurusi kritikan bodoh kalian itu cuma membuang waktuku.
1 komentar:
Bukan gituuuu, jangan jadiin yang UTAMA. Bisa sebagai hoby / sisi hidup mu yang lain (yang menghasilkan mungkin). Masalah nya kamu laki-laki. Kelak kamu akan paham.
Posting Komentar