Rabu, 12 Oktober 2011

Karena Hidup Penuh Perbedaan

Andaikan cara kerja otak ini bisa seperti komputer, yang bisa me-refresh hanya dengan klik kanan refresh, dengan mudah membuka lembaran baru hanya dengan klik file-new, atau dengan mudah menghapus kenangan buruk hanya dengan keyword "delete". lalu secara otomatis sudah ditampung di reclycle bin..

hmm

entah kenapa aku tiba-tiba ingin menulis  lagi ditengah kondisiku yang sekarang. Yah mungkin kurasa ini waktu yang tepat kalau hanya untuk sekedar mencorat-coret halaman yang tadinya bersih dengan serangkaian kalimat-kalimat konyolku yang tanpa arti.



Dulu ku pikir, hidupku ini kan selalu indah. Hanya dengan berangan-angan dan berdo'a kepada Tuhan aku bisa meraih apa yang kuinginkan. Tanpa sebuah kerja keras dan hambatan yang berarti.
Tapi sekarang aku sadar, itu hanya impian bodoh para pemalas. Yang terbiasa mendapatkan keinginan secara "instan" tanpa keluar keringat, layaknya aladin yang tinggal menggosokkan lampu ajaib dan mendapat 3 permintaan yang pasti dikabulkan.


Mungkin ada baiknya kalo aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan karena telah banyak memberiku waktu untuk memahami arti hidup ini. Terima kasih telah memberiku cobaan yang membuatku jadi lebih dewasa untuk menyingkapi semua masalah.

Sekarang, aku bukan lagi seorang mahasiswa kurang kerjaan yang mempermasalahkan mengapa ada orang-orang yang rela mati untuk PSIS, mengapa mereka rela menjadi artis bokep, mengapa mereka lebih menyukai vodka daripada coca cola, dan mengapa mereka rela mengeluarkan biaya banyak hanya untuk sekedar makan di KFC dari pada makan di warung penyet pingir jalan...

Karena aku sadar dan paham bahwa setiap orang mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda, biarkan mereka memilih pilihan yang ada disekitar mereka. Dan tolong  HARGAI ITU ! 

Sekarang aku mengerti mengapa Tuhan menciptakan si kaya dan si miskin, mengapa ada raja dan budak belian, mengapa ada polisi dan penjahat, dan mengapa ada pelacur dan om-om hidung belang ...

Karena sebenarnya kita semua saling membutuhkan,atau mungkin kita berada dalam simbiosis mutualisme, semua saling mengisi, saling berbagi.Tuhan memang maha adil yang menciptakan ini semua agar dunia ini menjadi "seimbang"..


Dan pada dasarnya dimata Tuhan, kita itu SAMA, dan kita semua ada pada satu tujuan dasar. Yaitu bertahan hidup !!

Lalu, mengapa kita masih sering mempermasalahkan perbedaan ??

Rabu, 07 September 2011

Selalu Sendiri

Rasa ini, terus berganti..
Seakan semua bagai mimpi..

Tak kan bisa, kan terlupa..
Mengingat semua yang indah..

Tak kan bisa, kan biasa..
Mengingat semua yang terindah..

Kan menanti, trus menanti..
Bertanya...



Sepiku slalu berganti..
Melangkah sendiri..

Tak ingin, ku tak ingin pergi..
Menanti semua kembali..



Menanti semua, kembali..


Menanti kau DISINI.. !

Seni, Minat, dan Masa Depan

Siang itu, saya iseng-iseng membuka data-data di laptop milik kakak yang memang sudah jarang dipakai.. Hmmm.. awalnya sih standart aja, sampai saya menemukan sebuah folder. Yah sebuah folder yang menurut saya AMAZING!!
Start-explore-MyData(D: )-VEKTOR.

Sebuah folder berisi 7 file ber type WinRar ini ternyata adalah sebuah majalah buat mereka para pencinta desain grafis! Hmm,mungkin bukan cuma desain grafis aja, lebih tepatnya buat para seniman!!
Dari ngedit-edit foto, sampai ngedit gambar coretan tangan mereka sendiri. Bahkan secara digital lewat adobe photoshop, corel, adobe illustration (sorry lainnya saya lupa)

Bukan hanya karya-karya mereka aja yang tersaji disana, tapi juga ada beberapa tutorial, event invitation, sampai kisah hidup seniman-seniman hebat. Ketika saya baca kehidupan para seniman-seniman tersebut, jadi teringat saat masih kelas 3 SMA, yah dulu sering banget, bahkan jadi rutinitas kalau masalah maen-maen software semacam itu.., bahkan sempat juga diberi kepercayaan (wuueeeexxxxx) untuk membuat film dokumenter kelas (agak meniru film CAS, tapi konsep cerita tetep beda bos :p). Ga usah ditanyakan hasil dari “proyek” yang berjalan lebih dari 7 bulan ini (ancuuuurrrr :D )





Karena kecintaan saya pada dunia seni, waktu lulus SMA dan cari tempat kuliah, saya pengen ke STSI ato ISI yang bener-bener mengutamakan SENI!! Tapi, ijin orang tua yang menghambat saya untuk berkarya. Hasilnya sekarang saya masih duduk di kelas akuntansi yang sebenernya saya ga minat masuk disitu, jadi bisa dibayangkan sendiri bagaimana kehidupan saya di kampus.


Nah, ini untuk kalian yang mau ngelanjutin kuliah, sebaiknya (cuma saran sih, mungkin berguna buat kalian)

Pilih jurusan sesuai bakat atau minat kalian!!

Inget, sesuai bakat atau minat kalian!! Kenapa? karena masa depan ada di tangan kalian sendiri!! Orang-orang sekitar cuma sebagai penyemangat disaat kalian down.
Inget,masa depan ada di tangan kalian sekarang!! Pilih jalan yang akan kalian lewati dan pastikan ITU YANG TERBAIK!

Bakat di Olahraga? Ambil jurusan Olahraga, bukan Tata Boga..
Minat di Desain? Ambil jurusan DKV(Desain Komunikasi Visual) bukan Akuntansi.:p

Next, buat kalian, mungkin ada baiknya kalau buka situs www.wowmagz.com atau beli majalah wowmagz( sorry, ni bukan promosi, tapi saya menawarkan sebuah referensi)

Saya tau diantara kalian sudah banyak yang paham tentang fotografi, maen Corel Draw atau Adobe Photoshop maka dari itu, sia sia kan kalau bakat kalian di bidang grafis cuma setengah-setengah aja?


Finally, terima kasih buat kalian yang sudah membaca tulisan saya ini sampai selesai , sebenernya saya ga begitu butuh dengan komentar2 kalian disini (tapi kalau ada yang ngomen, makasih banget sih :p). Cukup pahami, dan do-it!! Karena saya ga ingin nasib kalian seperti saya (yang berjalan di trek yang ga diharapkan, dan terpaksa terus berjalan karena dituntut oleh suatu system dan perintah yang mengikat).


Intinya fokus pada satu bidang..

Remember it, fokus pada satu bidang, karena itu yang mambuat kalian bisa total mengerjakan suatu pekerjaan!!

Terus berlatih, jangan malu untuk bertanya, dan terus BERKARYA !!



“Jangan sampai rasa frustasi menghentikan harapan kalian..”

Kamis, 01 September 2011

Forlan dan Zarate Siap Berkompetisi


Dua pemain baru Inter Milan, Diego Forlan dan Mauro Zarate, menegaskan kesiapannya untuk bermain bersama skuad I Nerazzurri di kompetisi Serie A musim 2011-12.

"Aku tiba di klub hebat. Aku senang berada di sini, karena Milan adalah kota yang menakjubkan dan begitu juga dengan fans Inter," tukas Forlan.

"Ini adalah momen penting. Aku siap, matang, dan berpengalaman. Berada di sini lebih baik daripada beberapa tahun lalu," imbuhnya.

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Zarate. Pemain yang dikontrak Inter hingga 30 Juni 2015 ini mengungkapkan, dirinya berjuang keras untuk bisa pindah ke Inter.

"Aku senang bisa ke Inter. Mereka adalah pilihan pertamaku dan aku selalu menginginkan Inter, karena mereka klub hebat, jadi aku berjuang keras mewujudkannya," papar Zarate.

"Aku juga senang bisa bereuni kembali dengan banyak pemain Argentina di dalam skuad dan sekarang aku hanya akan fokus pada latihan dan bermain bagi klub," pungkasnya. (Adek)

Sumber: Dunia soccer

Hujan di Awal Juni

Hujan di Awal Juni..
yang menuntunku untuk berteduh di suatu tempat, dan memaksaku untuk sejenak merenungi semua yang terjadi..,
kucoba mencari solusi tentang semua masalah yang ku buat sendiri.., mencoba pahami apa dan bagaimana karakterku ini..

Hujan di Awal Juni..
mengingatkanku pada suasana beberapa tahun lalu, tepat di tanggal yang sama..
saat semua terasa indah, dan yang pasti terasa NYATA..
seyummu, ceritamu,tangismu, dan candamu kembali hadir di depan mataku, walau hanya terbalut ILUSI

Hujan di Awal Juni..
membuatku harus terpojok di sudut kamar.., mendengarkan sebuah lagu yang mereka sebut itu adalah karya yang gagal..
saat ku sadari bahwa semua usaha yang ku (kami) awali dari titik 0 berakhir sia-sia..
saat ku sadari bahwa ego, sok tau, dan WANITA menjadi pemicu perpecahan(kami)..

Hujan di Awal Juni..
bau tanah ketika hujan reda, suara gerimis yang jatuh di genting.., sejenak menyegarkan kembali pikiranku dari semua masalah..

walau tak pernah ada pelangi di akhir hujan, tapi Hujan di Awal Juni.. tak akan pernah terganti..,,
entah kenapa semua kenangan, semua cerita, dan semua semangat dimulai dari sini !!

Save Our Earth

Begitu indah kurasakan,saat burung-burung mulai riang bernyanyi
Dan sejuk angin yang berhembus, damaikan hati
Begitu nyaman kurasakan, saat kuhirup udara di pagi ini
Dan hangat sinar matahari, sejukkan diri
(Wake Up-Bersihkan Bumi Ini)

Itu adalah sepenggal lirik lagu dari sebuah band indie yang berisi tentang keindahan alam, yang merindukan suasana indah, rindu akan suasana damai yang dulu pernah ada. Dan mungkin akan menjadi sebuah cerita yang mungkin akan menjadi dongeng pengantar tidur di masa depan.

Coba lihat sejenak di sekeliling kalian..

Tanpa kita sadari, jumlah hutan di negara kita terus berkurang setiap tahunnya, lahan pertanian yang terlihat hijau berubah menjadi bangunan-bangunan tinggi besar yang berdiri angkuh, dan saluran air kini dipenuhi oleh benda-benda kotor yang mereka disebut SAMPAH!
Perlahan,, mereka merusak alam ini, mereka buang sampah disembarang tempat, mereka asal menebang pohon-pohon di hutan untuk kepentingan bisnis, dan bila terjadi bencana alam yang memakan banyak korban, dengan santainya mereka menyalahkan Tuhan.
Kata mereka Tuhan tidak adil, kata mereka Tuhan sedang murka, bahkan ada beberapa dari mereka yang bilang kalau kiamat sudah dekat karena sering terjadi bencana dimana-mana, sebuah kumpulan manusia bodoh yang selalu menyalahkan keadaan tanpa introspeksi diri.



Pernah ga terpikir di benak kita, berapa tahun yang dibutuhkan oleh tanah yang subur untuk menghancurkan plastik, kertas, dan kaleng yang kita buang sembarangan? Apa fungsi sebenarnya pohon-pohon yang ditanam di pinggir jalan? Dan kenapa cuaca sekarang menjadi tidak menentu?

Hmm, mungkin pertanyaan terakhir yang sering terlintas di otak kita..

Kata guru SD dan buku IPS yang sempat saya baca dulu, Indonesia memiliki iklim tropis dan hanya memiliki 2 musim dalam satu tahunnya, yaitu musim kemarau dan penghujan, jadi tiap musim memiliki jangka waktu 6 bulan(rata-rata)

Tapi..

itu dulu saat saya masih anak-anak dan belum mengenal para POLUTAN! Kondisi sekarang jelas jauh berbeda, cuaca menjadi sulit ditebak, yang seharusnya sudah musim kemarau, ternyata tiap hari masih hujan, mungkin ini salah satu efek dari GLOBAL WARMING yang sering mereka teriakkan tanpa mereka tau apa arti sebenarnya dari pemanasan global tersebut. Ckckck.
Mereka mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan tanpa memikirkan resikonya, dan mungkin yang mereka pikirkan HANYA berapa jumlah uang di saku mereka daripada jumlah makhluk hidup yang terpaksa punah karena ulah mereka.

Oke,mungkin kalau dilihat secara kasat mata tujuan mereka baik, seperti mengganti sawah dengan rumah sakit untuk membuka lapangan kerja bagi pengangguran, mengubah hutan jati menjadi sebuah hotel berbintang 5 dengan tujuan yang sama, keinginan untuk mengurangi pengangguran, dan tuntutan perkembangan jaman saya pikir hanya ocehan belaka, pada dasarnya juga mereka berfikir tentang keuntungan yang dapat mereka raih dari proyek mereka. Mereka tidak memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi bagi alam dan isinya dari pembangunan tersebut, karena itulah alam disekitar kita terkesan tidak seimbang.
Seperti contoh yang lebih spesifik lagi, mereka membangun pabrik di daerah yang sangat dekat dengan pemukiman penduduk, dan mereka berjanji akan membangun puskesmas(atau semacamnya lah)beserta apotik GRATIS untuk masyarakat sekitar jika pabrik sudah selesai dibangun.
Sama aja kan mereka menciptakan penyakit yang mereka sembuhkan sendiri?itu baru disisi kesehatan, belum disisi lain yang ga mungkin saya jelaskan satu per satu.
Bodoh..

Huh, entah sampai kapan kondisi buruk ini terus berlanjut, saya amat sangat berharap anak cucu kita masih bisa melihat penyu,kunang-kunang, dan burung gereja TANPA HARUS pergi ke kebun binatang atau melihat di tv!

Dan saya harap kalian tidak termasuk dari MEREKA!
ingat, Bumi kita CUMA SATU! Dan yang pasti belum ada orang hebat yang menemukan Bumi lain seperti yang kita tempati sekarang!

"ketika hewan terakhir mati, dan pohon terakhir tumbang, kita semua akan sadar kalau UANG TIDAK BISA DIMAKAN !!!!"

Surat Perpisahan Eto'o Untuk Inter


Samuel Eto'o sudah resmi meninggalkan Inter Milan. Meski hanya bermukim selama dua tahun, namun jasanya cukup besar dalam membantu I Nerazzurri menggapai kesuksesan.

Tak heran jika sosok striker berusia 30 tahun itu masih dicintai Interisti. Karenanya, saat kepastian pindah ke Aznhi Makhachkala, dia tetap tak melupakan Inter. Berikut surat terbuka yang dilontarkan Eto'o kepada seluruh pihak yang berjasa terhadap kariernya di Inter.

"Aku rasa ini saat yang tepat untuk mengucapkan terima kasih atas dua tahun yang fantastis bersama Inter. Pertama, aku ucapkan terima kasih kepada Presiden Massimo Moratti dan keluarga atas segala yang telah diberikan kepadaku. Aku akan selalu merasa istimewa di mata Moratti. Terutama dengan sikap respek dan kasih sayang yang diberikan," beber Eto'o.

"Berikutnya, aku berterima kasih kepada seluruh rekan setim. Aku merasa tanpa kerja sama dan bantuan semua, Inter tak akan sukses dan meraih kemenangan di level nasional maupun internasional."

"Terima kasih mendalam juga kepada pelatih, khususnya Jose Mourinho atas kesempatan membawaku ke Kota Milan."

"Juga kepada direktur teknik Marco Branca, direktur olahraga Piero Ausilio, manajer tim Andrea Butti, dan semua staf di Inter serta Centro Sportivo Angelo Moratti, Appiano Gentile."

"Aku tak akan pernah melupakan kasih sayang dari fans Inter -Mauro salah satu yang terbesar di antara mereka- yang membuat aku merasa bagian dari mereka. Selalu mendukung dan membantuku."

"Terima kasih juga kepada 'ibuku' di Italia, Ciacia Guzzetti atas bantuannya. Manajerku Claudio Viforelli untuk komitmen dan sikap profesionalisme," imbuh dia.

Di antara seluruh skuad Inter, ada satu figur yang sangat dikagumi Eto'o selama berada di Appiano Gentile, dan itu adalah Marco Materazzi.

"Terima kasih kepada seorang pria yang merupakan Interista sejati, Marco Materazzi. Dia mebuat aku merasa menjadi seorang 'Italia'. Terima kasih saudaraku. Dengan harapan aku tak akan melupakan siapa pun. Terima kasih untuk semua," tutup Eto'o. (irawan)

Sumber: Dunia soccer

Selasa, 23 Agustus 2011

Break the Role, Apa itu Salah?

Mungkin ga ada salahnya kalau mulai dari sekarang aku berfikir realistis. Beberapa dari kalian sudah tau bagaimana reputasi, kemampuan, atau mungkin potensiku selama ini. Kelihatan aneh ga kalau seorang "Candra Adi Buana" menjadi Pegawai Bank? Hmm menjadi Auditor? Atau mungkin menjadi Sales Marketing di perusahaan perkreditan motor ? Jujur aja, aku sama sekali ga (maybe belum) tertarik bekerja seperti itu. Ironisnya beberapa orang berharap aku menjadi "selayaknya" para Sarjana Ekonomi yang bekerja di perusahaan yang sesuai dengan ijazah SE mereka.
Siapa yang salah? Orang tua yang sedikit "memaksa" agar kelak aku menjadi Ekonom? Atau aku yang dulu dengan polosnya meng"iya"kan saran mereka untuk memperdalam ilmu ekonomi? Whatever, toh percuma juga kan menyesali semua ini? Sangat terlambat kalau aku merengek-rengek untuk pindah kampus dan pindah jurusan dari Ekonomi ke Broadcast atau ke Sastra Indonesia.



Heran deh, kenapa orang-orang dengan pemikiran "kuno" menganggap para Seniman tidak bisa membahagiakan istri, anak, dan orang-orang disekitarnya melalui pekerjaannya? Apa Andrea Hirata, Hilman Hariwijaya, Hanung Bramantyo, dan Riri Reza memiliki kehidupan yang lebih "mengenaskan" dibanding para Auditor dan Pegawai Bank? Ga juga kan? Apa uang tuh satu-satunya alasan untuk mendapat kebahagiaan? Bukannya lebih nyaman kalo kita menjalani satu bidang yang kita gemari dan cuma bersikap "cukup tau" pada bidang lain?
Kebahagiaan, kesuksesan, dan kepuasan itu ga diukur dari seberapa karung euro yang kita punya, atau seberapa banyak perhiasan dan mobil mewah yang ada di rumah kita, melainkan dari sejauh mana tujuan hidup yang telah kita capai. Jadi tolong jangan salahkan aku kalo seandainya besok aku menjadi Sarjana Ekonomi yang gagal. Dan ga usah mencibirku bila aku mencoba untuk memulai karirku menjadi seorang Seniman, karena mengurusi kritikan bodoh kalian itu cuma membuang waktuku.

Cinta Indonesia. Kamu Yakin?

Sumpah jengkel banget pagi ini, bukan karena proposal skripsi yang ditolak bu dosen tadi malem, bukan juga karena layar laptopku yang semakin hari semakin parah kondisinya. Tapi karena home dan timeline yang dibanjiri beberapa status dan tweet yang membahas tentang hari kemerdekaan. Saking semangatnya mereka, bahkan ada yang sampai lupa kalu tahun ini adalah ulang tahun ke 66, bukan 65 (apa mungkin itu tweet buat tahun 2010 ya?). Memang ga ada salahnya kita update status atau nge-tweet tentang ulang tahun tahun negara kita. Ga ada salahnya juga kita mendoakan supaya negara ini bebas dari koruptor, bebas kemiskinan, selalu MERDEKA dan bebas dari semua masalah. Tapi apa doa aja itu udah cukup? Apa "pantas" kita berharap bla..bla..bla.. kepada negera ini kalau kita cuma berdoa waktu tanggal 17 Agustus? Apa pantas kita kita berharap ini-itu kepada negara ini kalau kita cuma sibuk dengan keinginan dan kepentingan kita sendiri?Apa layak kalian bilang "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih tertarik dengan budaya Jepang dan Korea daripada budaya Indonesia? Apa layak kalian update status dan ngetweet yang berisi "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih bangga update status pakai bahasa asing walaupun itu hasil copy paste dari google terjemahan daripada pakai bahasa Indonesia atau bahasa daerah kalian sendiri?
Menurutku yang dibutuhkan negara ini untuk sebuah perubahan adalah orang-orang yang bersedia secara totalitas untuk melakukan perubahan itu, seseorang yang benar-benar mencintai Indonesia, bukan seseorang yang sekedar gembar-gembor mencintai Indonesia tanpa ada tindakan jelas. Lagian cinta juga ga harus diungkapkan dengan kata-kata kan?



Percuma kita bilang cinta Indonesia kalau disuruh upacara kemerdekaan aja males. Kita masih beribu-ribu lebih enak daripada 300-an tahun lalu. Kalau sekarang bangun tidur udah ada sarapan, sekolah, maen, pulang, tidur. Hidup serasa ga ada tekanan kan? Bahkan beberapa masalah yang kalian alami sebagian besar cuma masalah sepele yang kalian besar-besarkan, kalian terlalu memikirkan apa yang ga harus kalian pikirkan, hasilnya apa? Stress! Bandingkan aja dengan kondisi penjajahan, bangun tidur udah disuruh kerja buat jalan, buat benteng pertahanan dan itu dibawah tekanan. Ya, nyawa menjadi resiko apabila kerja mereka ga beres. Tragis. Trus masalahnya sekarang, apa susahnya sih kita "sedikit saja" menghargai jasa para pahlawan saat hari kemedekaan gini? Apa susahnya kita berdiri ga ada 2 jam, hormat ga ada 10 menit, dan ndengerin ceramah kepala sekolah yang durasinya ga ada setengah jam? Apa pantas seorang yang "berpendidikan" maen HP, update status, nge-tweet, jahil-in temen waktu upacara kemerdekaan berlangsung? Apa Itu yang dinamakan cinta Indonesia?
Simple-nya perayaan 17 Agustus bukan sekedar kita ngikutin upacara bendera, bukan sekedar kita ngikutin lomba-lomba 17-an tingkat RT. Tapi perayaan 17 Agustus adalah sebuah momentum awal untuk merubah keterpurukan menjadi kejayaan. Memang beberapa sistem di negara ini banyak yang ga beres. Dan tugas kita bukan cuma mengkritik kebijakan dan kebiasaan pemerintah atau menyalahkan sistem ini tanpa kita bisa berbuat apa-apa, karena sikap seperti itu jelas ga akan merubah keadaan. Ingat, masa depan negara ini ada di tangan kita semua, dan ada baiknya kalau mulai dari sekarang kita meneruskan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik.

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66. MERDEKA !!

1, 2, 3, Let's Move!

Mungkin ga ada salahnya kalo saya sering mengeluh akhir akhir ini, atau mungkin wajar saja jika saya terlalu banyak untuk memilih menyendiri di kamar daripada berada di keramaian. Saya pikir ini bukan hal yang aneh lagi jika saya sering berduaan dengan handphone, laptop, atau motor daripada bersosialisasi atau sekedar minum kopi di warung kecil pinggiran jalan dengan kalian. Entah apa dan mulai kapan saya menjadi seperti ini. Semua tawa, canda dan senyum yang saya berikan selama ini hanya untuk menutupi semua masalah yang saya ingin pendam sendiri. Kadang saya sering share dengan beberapa teman dekat saya, mereka cuma bilang inilah hidup. Yah inilah hidup. Ga adil.

Di satu sisi saya mencoba untuk berkarya dengan membuat suatu karya seni atau apalah yang bisa menghibur diri sendiri terlebih buat orang lain, karena saya ingin menjadi lebih berarti untuk kalian semua. Tapi (i think) saya gagal ! apakah ini masalah totalitas? atau hanya masalah mental dan skill? Sampai sekarang saya sedang mencari jawabannya.



Jujur, terkadang saya iri dengan kalian yang sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan. Saya tau untuk mendapatkan hal itu butuh kerja keras, mental pantang menyerah dan proses, dan ditahap itulah saya menyerah ! Why? Karena saya terlalu enggan untuk memulai sesuatu kembali dari nol, seakan perjuangan yang dulu sia sia, atau seakan waktu yang saya gunakan dahulu terbuang percuma. Apa pemikiran saya salah?ha?

Sekilas memang terlihat, kadang saya memberi beberapa masukan untuk kalian, memberi beberapa kalimat motivasi untuk kalian, tapi anehnya saya tidak bisa memotivasi diri saya sendiri. Sudah beberapa buku atau artikel motivasi yang sudah saya baca, dan sudah beberapa para motivator yang saya temui, tapi hasilnya tetap sam saja. NOL BESAR !
Bahkan sampai detik ini saya ga tau apa yang harus saya lakukan untuk melakukan sebuah perubahan. Apa saya terlalu banyak diam?atau ini hanya masalah waktu? i dont care.

Jujur, saya ga tau harus mulai dari mana ini semua, yeah,, saya down dan mungkin kalian sudah tau akan hal itu.