Selasa, 23 Agustus 2011

Cinta Indonesia. Kamu Yakin?

Sumpah jengkel banget pagi ini, bukan karena proposal skripsi yang ditolak bu dosen tadi malem, bukan juga karena layar laptopku yang semakin hari semakin parah kondisinya. Tapi karena home dan timeline yang dibanjiri beberapa status dan tweet yang membahas tentang hari kemerdekaan. Saking semangatnya mereka, bahkan ada yang sampai lupa kalu tahun ini adalah ulang tahun ke 66, bukan 65 (apa mungkin itu tweet buat tahun 2010 ya?). Memang ga ada salahnya kita update status atau nge-tweet tentang ulang tahun tahun negara kita. Ga ada salahnya juga kita mendoakan supaya negara ini bebas dari koruptor, bebas kemiskinan, selalu MERDEKA dan bebas dari semua masalah. Tapi apa doa aja itu udah cukup? Apa "pantas" kita berharap bla..bla..bla.. kepada negera ini kalau kita cuma berdoa waktu tanggal 17 Agustus? Apa pantas kita kita berharap ini-itu kepada negara ini kalau kita cuma sibuk dengan keinginan dan kepentingan kita sendiri?Apa layak kalian bilang "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih tertarik dengan budaya Jepang dan Korea daripada budaya Indonesia? Apa layak kalian update status dan ngetweet yang berisi "AKU CINTA INDONESIA" kalau kalian lebih bangga update status pakai bahasa asing walaupun itu hasil copy paste dari google terjemahan daripada pakai bahasa Indonesia atau bahasa daerah kalian sendiri?
Menurutku yang dibutuhkan negara ini untuk sebuah perubahan adalah orang-orang yang bersedia secara totalitas untuk melakukan perubahan itu, seseorang yang benar-benar mencintai Indonesia, bukan seseorang yang sekedar gembar-gembor mencintai Indonesia tanpa ada tindakan jelas. Lagian cinta juga ga harus diungkapkan dengan kata-kata kan?



Percuma kita bilang cinta Indonesia kalau disuruh upacara kemerdekaan aja males. Kita masih beribu-ribu lebih enak daripada 300-an tahun lalu. Kalau sekarang bangun tidur udah ada sarapan, sekolah, maen, pulang, tidur. Hidup serasa ga ada tekanan kan? Bahkan beberapa masalah yang kalian alami sebagian besar cuma masalah sepele yang kalian besar-besarkan, kalian terlalu memikirkan apa yang ga harus kalian pikirkan, hasilnya apa? Stress! Bandingkan aja dengan kondisi penjajahan, bangun tidur udah disuruh kerja buat jalan, buat benteng pertahanan dan itu dibawah tekanan. Ya, nyawa menjadi resiko apabila kerja mereka ga beres. Tragis. Trus masalahnya sekarang, apa susahnya sih kita "sedikit saja" menghargai jasa para pahlawan saat hari kemedekaan gini? Apa susahnya kita berdiri ga ada 2 jam, hormat ga ada 10 menit, dan ndengerin ceramah kepala sekolah yang durasinya ga ada setengah jam? Apa pantas seorang yang "berpendidikan" maen HP, update status, nge-tweet, jahil-in temen waktu upacara kemerdekaan berlangsung? Apa Itu yang dinamakan cinta Indonesia?
Simple-nya perayaan 17 Agustus bukan sekedar kita ngikutin upacara bendera, bukan sekedar kita ngikutin lomba-lomba 17-an tingkat RT. Tapi perayaan 17 Agustus adalah sebuah momentum awal untuk merubah keterpurukan menjadi kejayaan. Memang beberapa sistem di negara ini banyak yang ga beres. Dan tugas kita bukan cuma mengkritik kebijakan dan kebiasaan pemerintah atau menyalahkan sistem ini tanpa kita bisa berbuat apa-apa, karena sikap seperti itu jelas ga akan merubah keadaan. Ingat, masa depan negara ini ada di tangan kita semua, dan ada baiknya kalau mulai dari sekarang kita meneruskan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik.

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66. MERDEKA !!

Tidak ada komentar: